5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus

Antivirus sering dituduh sebagai penyebab komputer menjadi lambat. Tuduhan ini tak sepenuhnya salah. Sebab anti virus (sesuai tugasnya yang berfungsi menjaga komputer dari serangan virus) memang beroperasi saat komputer menyala. Akan tetapi menyalahkan antivirus sama saja dengan menyalahkan diri sendiri. Sebab kita juga yang menginstall antivirus ke dalam komputer dengan tujuan melindungi komputer.

 

Tanpa harus menggerutu pada antivirus, ada tips-tips cerdas yang bisa Anda lakukan untuk membuat komputer tetap cepat sekalipun terdapat antivirus.

Bagaimana tipsnya? Simak lima cara cerdas mengefektifkan waktu scan antivirus berikut ini.

Pada tips di bawah ini menggunakan Avira Antivirus sebagai contohnya. Namun, Anda juga bisa mencobanya dengan antivirus yang ada di komputer Anda.

1) Scan secara spesifik

Lakukan scan antivirus secara spesifik. Anda bisa scan pada folder atau file tertentu. Hal ini akan menghemat waktu dibandingkan jika harus menscan keseluruhan komputer. Memang, pada waktu tertentu diperlukan untuk men-scanning keseluruhan komputer (misalnya dua minggu sekali). Akan tetapi, untuk tiap harinya hal itu tak perlu dilakukan. Cukup scan pada file/folder yang dibutuhkan. Missalkan Anda baru saja mendownload sebuah file, cukup scan file hasil download tersebut.

 

Untuk caranya, klik kanan mouse pada folder/file yang ingin discan, lalu pilih “scan selected files with Antivir”.

2) Jadwalkan scan saat komputer tak dipakai

Anda bisa atur jadwal scan pada saat komputer tak dipakai, seperti saat jam makan siang misal.
Di Avira, Anda bisa mengatur jadwal scan pada “Administration” > “Scheduler”. Di sana, Anda bisa atur waktu scan dan drive yang akan discan.

 

Setiap antivirus memiliki fitur ini. Biasanya fitur tersebut terdapat pada “setting”.

3) Mengatur setting scan

Secara default, program antivirus di-setting untuk memberikan perlindungan terbaik untuk komputer. Anda bisa atur setting tersebut agar proses scanning bisa berlangsung cepat.  Di Avira, Anda bisa atur ini pada menu “Extras” > “Configuration” (atau tekan F8). Pada “scan” Anda bisa atur file berekstensi apa yang hendak di-scan.

 

Anda juga bisa tentukan “low detection level” pada “heuristic” jika tak menginginkan tingkat deteksi heuristik yang tinggi, yang berarti juga antivirus tak perlu bekerja lebih keras.

 

Demikian juga pada “Guard”, Anda bisa atur proteksi minimal agar kerja antivirus tak berat. Memilih “use file extension list” dan “use smart extensions’ misal, jelas membuat antivirus beroperasi tak seberat ketika memilih “all files”.

 

4) Ubah setting update antivirus

Kalau setting update otomatis antivirus terasa memberatkan komputer, Anda bisa mengubahnya. Di Avira, mengganti setting update antivirus bisa dilakukan pada menu “Extras” >  “Configuration”. Lalu pilih “Update”. Anda bisa ganti waktu update antivirus menjadi seminggu sekali misalnya.

 

5) Scan pada Safe Mode

Saat komputer berada pada kondisi “Safe Mode”, program, dan file sistem yang tak penting secara otomatis tidak aktif. Sehingga antivirus bisa melakukan scanning dan menghapus virus lebih cepat.

Untuk masuk ke “Safe Mode”, saat pertama kali menghidupkan komputer, tekan tombol F8 berulang-ulang di keyboard komputer. Lalu pilih “safe mode”. Kemudian tinggal jalankan antivirus seperti biasanya.

 

Dengan lima langkah cerdas ini tak ada lagi kata “komputer lambat karena anti virus”. Semua ada solusinya di FastNCheap!

 

 

 

 

Tips Menjaga Stamina Komputer

Komputer anda butuh pengaman yang lebih serius agar terhindar dari berbagai “penyakit” yang berbahaya untuk kesehatan komputer. Namun, sebelum anda membaca lebih jauh tentang pembahasan artikel ini alangkah baiknya jika anda pahami terlebih dahulu agar tidak salah memahami bahwa penanganan perawatan komputer tidak akan berjalan sempurna jika anda ternyata tidak merawat sendiri sistem operasi komputer anda, tidak ada yang kerusakan yang fatal jika anda bisa menggunakan dengan baik.

Trik kecil ini hanya membantu anda yang ingin menjaga komputer dari bahaya sebelum benar- benar terjadi kerusakan sistem komputer.

Baik, kita langsung saja pada pembahasan keamanan komputer. Sebenarnya kerusakan komputer banyak sebabnya bisa karena kerusakan komponen, kerusakan hardware, kesalahan manusia (human error), kerusakan software, serangan spyware, virus, Trojan, hacker, phishing, dan malware.

Pembahasan kali ini tidak membahas kerusakan fisik, melainkan condong pada langkah-langkah mengamankan dari serangan jahat virus, worm, Trojan dan lain sebagainya.

Kenapa bisa kena serangan virus dan sebagainya?

Masalahnya sepele yaitu komputer sering berinteraksi dengan internet tanpa perlindungan ekstra sebagai tameng. Ketika mengunduh file, membaca email, menggunakan software bajakan yang tanpa sengaja telah dipantau oleh spyware jahat, atau software yang telah disusupkan untuk menyerang dari lambat.

Apa ciri- ciri komputer terserang virus?

  • Komputer berjalan lebih lambat dan berat dari sebelum terkena virus
  • Komputer sering hang tanpa sebab seolah- olah komputer mengalami penyakit komplikasi yang berat padahal anda tidak sedang menjalankan program aplikasi yang berat dan hardware komputer sedang tidak dalam masalah kerusakan.
  • Komputer sering mengalami restart atau crash dan sering muncul pesan error “don’t send”. Kondisi tertentu setelah restart komputer tidak bisa lagi login ke Windows lagi.
  • Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya.
  • Menu Run, Search disembunyikan oleh virus. Bertujuan agar admin benar- benar dibuat lumpuh oleh virus.
  • CTRL+ALT+DEL tidak bisa digunakan sudah pasti harus melakukan Hard Reset
  • Regedit dan MSCONFIG di disabled
  • Folder asli pada komputer anda disembunyikan dan diganti dengan file virus. Bertujuan untuk menggandakan dan mengelabui user jika file yang diklik tersebut dikira file yang sesungguhnya.
  • Menu Tools -> Folder Options di Windows Explorer hilang.
  • Komputer sering berhenti atau tidak merespon.
  • Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
  • Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
  • Muncul File dengan Icon Folder tetapi mempunyai file type .exe
  • Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses. Penyebab terparah ketika komputer telah “sekarat” karena virus sering mengganggu kinerja yang awalnya hanya masalah sepele karena sering hard reset dan bahkan mematikan tanpa shut down, dapat berakibat harddisk rusak.
  • Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
  • Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
  • Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
  • Terdapat Duplikasi nama folder di dalam folder tersebut.
  • Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.

Hal di atas merupakan gejala umum dan ciri-ciri komputer terkena virus , tetapi itu bisa juga terjadi akibat dari gangguan pada hardware atau juga software. Solusi utamanya ialah dengan melakukan instalasi antivirus yang selalu Up To Date, maksudnya adalah antivirus yang bisa diupdate. jadi antivirus yang bagus bukan lah kata pakar atau ahli, tapi antivirus yang bagus adalah antivirus yang bisa diupdate. Jangan terlalu sering copy data dari warnet, biasanya warnet adalah sarang virus.

Menurut laporan http://www.dshield.org sebuah perusahaan nirlaba sekuritas jaringan di dunia, melaporkan perkembangan terakhir bahwa 1, 1 milyar user terjangkiti dan disusupi oleh malware setiap bulannya. Wow, berita yang sangat mengejutkan. Cara yang dilakukan oleh dshield.org melacak dengan scanning port sistem yang sedang terbuka pada komputer yang melibatkan hacker untuk mengetahuinya. Setelah port komputer terbuka barulah catatan/ log dshield menghitungnya. Bisa anda bayangkan begitu mudahnya seorang hacker menyusup dan memata matai kegiatan anda tanpa sadari. Selain itu pula dshield memberikan rincian waktu Operasi Sistem yang paling cepat di bobol adalah windows (128 menit) dan terlama adalah keluarga Unix (3648 – 5432 menit).

Jadi, singkatnya jika anda pengguna setia operasi sistem berbasis Windows anda akan diserang dan terinfeksi oleh spyware dan malware dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Berikut beberapa langkah mudah melengkapi postingan terdahulu tips menjaga stamina komputer bagian 1, yang dapat anda lakukan segera untuk melindungi komputer kesayangan.

1. Jangan menjalankan program asing di komputer anda
Kedengarannya seperti aneh, tetapi perlu anda ketahui bahwa penyebaran virus paling besar yakni ketika seseorang menjalankan program yang terkandung malware, spyware, dan worm.

2. Batasi akses komputer secara langsung
Jika komputer anda berisi data penting yang sangat anda butuhkan jangan biarkan semua orang bisa menggunakannya meskipun anggota keluarga anda, kecuali anda telah yakin akan resikonya.

3. Gunakan password yang multi karakter
Penggunaan password yang lemah sering kali mudah untuk di jebol oleh pihak jahat. Jangan pergunakan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, alamat rumah, nama anda, nama hewan, nama anak, nomer handphone, dan sebagainya. Melainkan kombinasikan antara huruf (huruf kecil/ huruf besar) dan angka.

 

Pergunakan satu password (yang mudah diingat) hanya untuk satu akun saja, JANGAN pergunakan satu password untuk semua akun website (seperti Facebook, Gmail, Yahoo, Twitter, dan lainnya passwordnya sama).

4. Sering update sistem operasi Windows
Ssetiap harinya virus dan Trojan selalu melakukan update untuk mencari dan menyerang kelemahan sistem operasi yang lama dan belum terupdate, jika anda belum update maka sistem operasi anda akan menjadi santapan lezat virus.

5. Back up
Tak bosan- bosan untuk meminta anda melakukan backup secara teratur file penting kedalam kepingan CD/ DVD.

Sebenarnya dalam kondisi normal sistem windows sudah mencukupi untuk tingkat keamanannya, namun jika anda marasa lebih nyaman silahkan tambahkan dengan software keamanan yang komprehensif.

Memilih Software Antivirus

Agar tidak salah pilih antivirus yang bagus sebaiknya anda tentukan software sesuai kebutuhan seperti dibutuhkannya proteksi password untuk akses internet? Apakah penggunanya anda seorang atau berbarengan dengan yang lain? Berapa lama intensitas pemakaian komputer? Apa persyaratan sistem anda? Berapa budget anda untuk membelinya?
Setelah anda mampu untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan di atas anda bisa memilih aplikasi pengaman sesuai kebutuhan. Tersedia berbagai antivirus yang handal di pasaran internasional, tetapi kami hanya merekomendasikan 2 program yang paling popular.

1. AVG AntiVirus
Banyak kalangan dari IT professional yang merekomendasikan dan menggunakan AVG AntiVirus untuk Windows 7 sebab sangat fungsional sekali dan mudah digunakan membasmi virus. Tersedia versi freeware yang tidak kalah dengan versi Premiumnya ada antispyware, scanner email, link scanner, jadwal scanning komputer, update otomatis, dan banyak lagi. Bagusnya lagi anda tidak perlu membayar sedikitpun ketika mendownload dan sudah mendapatkan program gratis yang handal sekali.

 

Jika anda memliki budget lebih sebaiknya anda menggunakan versi PREMIUM dengan keutamaan yang lebih hebat lagi. AVG Anti-Virus Free bisa digunakan pada Windows 7, Windows Vista, Windows XP, dan Windows 2000.

2. Kaspersky AntiVirus 2012
Sebuah program paket perlindungan komprehensif yang dirancang untuk menjaga terhadap worm, virus, spyware, adware dan program berbahaya lainnya. Program ini sangat direkomendasikan oleh banyak pengguna ahli. Caranya penggunaanya sangat mudah sebab minim sekali resiko kesalahannya.

 

Sayangnya, Kaspersky Antivirus tidak tersedia versi gratisnya, sehingga anda harus merogoh kantong lebih dalam untuk mencobanya.

Itulah kilasan utama tentang pengaman komputer yang harus dilakukan sendiri tanpa dilakukan oleh teknisi. Pencegahan lebih baik sebelum memperbaikinya, jika memang terlanjur kerusakan yang parah akibat ulah virus sebaiknya harus ditangani oleh ahlinya agar kerusakan tidak berlanjut, kecuali memang adanya bertekad memperbaiki sendiri dengan menanggung resikonya.

 

 

 

jaringan komputer dan cara sharing data lokal

Jaringan komputer

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).[1] Tujuan dari jaringan komputer adalah[1]
Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service).[1] Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server).[1] Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.[1]
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana.[2]: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.[2]

Daftar isi

Sejarah

 

 

ini model Distributed Processing

Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.[3] Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama.[3] Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.[3]
Kemudian ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System).[4] Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.[4] Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer.[4] Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.[4] Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969.[5] Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.[5] Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.[5] Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing).[3] Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.[3] Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.[3]

 

 

Ini adalah Model Time Sharing System (TSS)

Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET.[5] Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”.[5] Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.[5] Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).[5] Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.[5] Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.[5] Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.[5]

 

 

Peta logika dari ARPANET

Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979.[6] Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.[6]
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan.[6] Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini.[6] Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia.[6] Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.[6]
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS.[5] Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih.[5] Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.[5]
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).[6] Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat.[6] tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan.[6] Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan.[6] Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.[6]
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992.[5] Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).[5] Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs.[5] Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.[5]

Klasifikasi

 

 

Contoh model jaringan Klien-Server

Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :

  1. Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan wilayah lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan wilayah metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan wilayah luas atau Wide Area Network (WAN).[7][8] Jaringan wilayah lokal]] merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1 – 10 kilometer.[7][3] LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi.[3] Sedangkan Jaringan wilayah metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 – 50 kilometer.[8][7] Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat optik (Coaxial Cable).[8] Jaringan wilayah luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua.[8] Jaraknya bisa mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia.[8] Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.[8]
  2. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer).[8] Jaringan klien-server pada ddasaranya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client).[8] Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya.[8] Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database server dan sebagainya.[8] Tentu saja konfigurasi komputer peladen biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosessornya.[8] Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya.[8] Model jaringan ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer terlalu banyak.[8]
  3. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas[3]:
    1. Topologi bus
    2. Topologi bintang
    3. Topologi cincin
    4. Topologi mesh
    5. Topologi pohon
    6. Topologi linier
  4. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
    1. Jaringan terpusat

Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen.[9]

    1. Jaringan terdistribusi

Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.[9]

  1. Berdasarkan media transmisi data
    1. Jaringan Berkabel (Wired Network)

 

  1.  
  1. Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan.[9] Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.[9]
    1. Jaringan nirkabel(Wi-Fi)

Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik.[9] Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

 

 

cara sharing data lewat LAN atau jaringan local

cara sharing data lewat LAN atau jaringan local
Kalau di rumah anda terdapat dua PC (komputer), atau sebuah laptop dan sebuah PC, maka anda bisa menghubungkan dua perangkat tersebut untuk sharing (berbagi); bisa sharing file, printer, atau modem. Yang anda perlukan adalah sebuah kabel LAN (UTP: Unshielded Twisted Pair). Anda bisa beli kabel yang sudah jadi di toko komputer, minggu lalu saya sempat tanya harga kabel UTP merk AMP dengan panjang 1,5 meter sekitar 40 ribu rupiah. Kalau ingin ngirit ya bikin sendiri.. gampang kok.
Membuat kabel UTP
Anda tinggal beli kabel UTP (category 5 atau 5e) dan sepasang connector RJ 45 (Registered Jack 45). Selain itu diperlukan tang UTP atau ada yang menyebut tang crimping. Kabel UTP bisa memakai merk AMP atau Belden, tapi hati-hati karena di pasaran juga beredar produk palsu. Harga per meter sekitar 3000 rupiah. Sedangkan harga RJ-45 per bijinya sekitar 1500 rupiah. Sedangkan tang crimping harganya sekitar 50 ribu rupiah (kalau dirasa kemahalan bisa pinjam dari teman ).
Sekarang mari kita bahas susunan kabel yang digunakan. Untuk menghubungkan 2 komputer atau laptop diperlukan susunan kabel Cross-Over (atau Cross) sebagai berikut:
Ujung I :
P/O – O – P/H – B – P/B – H – P/C – C.
Ujung II :
P/H – H – P/O – B – P/B – O – P/C – C.
Keterangan: P/O = Putih Orange. O = Orange. P/H = Putih Hijau. B = Biru. P/B = Putih Biru. H = Hijau. P/C = Putih Coklat. C = Coklat.
Bisa anda lihat, sebenarnya yang dipakai hanyalah 4 jalur saja yakni jalur 1,2,3,6. Jalur 1,2 dipakai untuk transmit/kirim; sedangkan jalur 3,6 dipakai untuk receive/terima.
Setelah anda mengatur urutan kabel sesuai dengan susunan tersebut, selanjutnya rapikan ujungnya (bisa dengan gunting atau tang crimping) dan masukkan ke dalam connector RJ 45. Perhatikan saat memasukkan kabel, posisi kaitan (hook) pada connector RJ 45 harus berada di bawah. Usahakan ada sedikit bagian dari kulit kabel UTP yang ikut masuk ke connector RJ 45 (supaya lebih kuat, tidak mudah goyang). Setelah itu jepitlah ujung connector menggunakan tang crimping (proses terminasi).
Setelah kedua ujung kabel di-terminasi, selanjutnya tancapkan masing-masing ujung ke port LAN card yang ada di PC atau notebook. Langkah berikutnya adalah melakukan setting IP Address.
Setting Alamat IP (IP Address)
Buka menu Control Panel Windows anda (Start > Control Panel). Lalu pilih icon Network Connections. Setelah itu pilih Local Area Connection (klik-kanan > Properties). Lalu pilih Internet Protocol (TCP/IP), dan tekan tombol Properties.
Di bagian IP Address, masukkan: 192.168.1.1. Lalu tekan TAB, otomatis Subnet Mask akan berisi 255.255.255.0. Sedangkan untuk komputer pasangannya, berikan IP Address 192.168.1.2. IP Address yang berada dalam range 192.168.0.0 – 192.168.255.255 umum digunakan dalam private network atau Local Area Network (LAN). Jadi, anda bisa saja memberikan alamat 192.168.2.1 dan 192.168.2.10 pada dua komputer yang anda hubungkan. Asalkan masih dalam satu segmen, maka masih bisa saling mengenal. Untuk mengetahui apakah komputer berada dalam satu segmen – bisa dilihat dari 3 angka awal diantara titik (192.168.2). Sehingga anda tidak boleh memberikan alamat yang berbeda segmen, misal 192.168.1.1 dengan 192.168.2.2. Pada jaringan yang besar, dimana terdapat beberapa segmen jaringan, dibutuhkan sebuah router untuk menjembatani antar segmen sehingga bisa saling berhubungan.
Berbagi file (File sharing)
Misalkan komputer dengan nama (hostname) SBY dan IP Address 192.168.1.1 memiliki sebuah folder bernama DATA yang berisi kumpulan MP3 dan dokumen Word dan Excel, hendak dibagi pakai dengan komputer BOEDIONO (IP Address 192.168.1.2), maka langkah-langkahnya adalah:
1. Di komputer SBY, masuk ke My Computer atau Windows Explorer
2. Cari folder bernama DATA, lalu klik kanan di folder tersebut
3. Pilih Sharing and Security
4. Jika muncul kotak dialog Network sharing and security, maka klik tulisan “If you understand the security risks… bla.. bla.. bla..” lalu pilih “Just enable file sharing”
5. Klik “Share this folder on the network”
6. Beri nama (share name), misal: DATA
7. Klik tombol OK. Selesai.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s